RightsLedger Kenalkan Milio, Media Sosial Berbasis Blockchain

0
168
Rio K Liauw RightsLedger Milio
Country Director RightsLedger Indonesia Rio K Liauw saat peluncuran Milio di Jakarta beberapa waktu lalu.

Teklab.id – Media sosial Milio merambah pasar Indonesia. Platform bikinan RightsLedger yang merupakan perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) itu memiliki banyak fitur menarik di dalamnya.

Country Director RightsLedger Indonesia Rio K Liauw menerangkan, media sosial Milio memberi kesempatan bagi pembuat konten (content creator) untuk mendapat uang dari kekayaan intelektual (IP) sambil menjaga mereka tetap aman dari pembajakan online. “Di Indonesia pembajakan konten digital masih tinggi, hal ini tentu sangat merugikan para kretor. Nah, pada platform Milio ini, seluruh konten akan dilindungi dan tidak akan bisa dicuri ataupun duplicate,” katanya.

Bukan tanpa alasan, Milio bikinan RightsLedger mengambil pendekatan berbeda dari platform media sosial yang sudah ada saat ini. Milio menerapkan teknologi blockchain pada konten digital yang diunggah pengguna. Teknologi blockchain inilah yang digunakan untuk melakukan otentifikasi kepemilikan konten.

”Media sosial pada umumnya mengambil hak cipta dari pencipta untuk di monetisasi tanpa menanggung beban keuangan mereka untuk memproduksi konten berharga. Namun di Milio hal itu tidak bisa dilakukan. Artinya, setiap konten memiliki hak cipta yang sudah dilindungi melalui teknologi Blockchain,” terangnya.

Sama seperti media sosial lain, pembuat konten dapat mengunggah media dalam berbagai format ke platform Milio, seperti foto, video, audio, bahkan dokumen. Dengan mengunggah konten ke Milio, secara otomatis mereka juga mendaftarkannya ke blockchain yang memberi otentifikasi kepemilikan yang dapat digunakan untuk banyak hal di masa depan.

Dengan teknologi blockchain, kepemilikan hak cipta semua konten yang diunggah di platform Milio tetap berada di tangan kreator. ”Di sini pengguna atau kreator berpotensi menghasilkan uang yang lebih besar dari konten karena bisa mengontrol hak cipta dari konten itu sendiri,” jelasnya lagi.

Sejauh ini RightsLedger tidak hanya mengembangkan platform Milio. Perusahaan teknologi itu juga memiliki dua platform lainnya, yakni MilStage dan MilDeals. Untuk saat ini memang baru media sosial Milio yang sudah diluncurkan. Sementara MilStage yang merupakan platform video streaming (video on demand) dan MilDeals berupa marketplace, belum dikenalkan ke publik.